GMS Terus Mewarnai Sukabumi Dalam Menjalankan Amanat UUD 45 Mencerdaskan Anak Bangsa

Komentar

Terkini.id, Sukabumi – Acara Web Binar yang di selenggarakan oleh GMS Gerakan Milenial  Sukabumi disambut antusias bukan hanya dari Sukabumi aja, tapi beberapa kota di Indonesia ini, Minggu 1 November 2020.

Saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp Panitia Web Binar tersebut menyampaikan apresiasinya kepada sahabat-sahabat kaum milenial yang turut hadir dalam acara tersebut. 

“Pada hari Sabtu pukul 19.15- 21.30, kemarin Alhamdulillah selesai dilaksanakan acara Web Binar dialog milenial dengan tema Strategi Milenial Dalam Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045, kata Fadhil selaku Direktur Eksekutif Gerakan Palabuhanratu Terdidik. 

Menurut Padhil, banyak peserta yang ikut berpartisipasi di acara Web Binar tersebut. Bahkan ada yang dari luar daerah seperti Jakarta, Surakarta, Bogor, Bandung, selain dari Sukabumi itu sendiri. 

“Ada  75 orang yang ikut hadir, dari berbagai latar belakang ada pelajar dan mahasiswa, ada pengusaha muda, dan lain sebagainya,” bebernya.

Baca Juga

“Saya pribadi tak menyangka akan sebanyak ini, bahkan yang daftar banyak tapi mungkin karena jaringan sinyal tidak mendukung karena cuaca hujan dan faktor jaringan sinyal lainnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, sudah ada beberapa media online yang konfirmasi langsung menanyakan hal ini, saya jelaskan bahwa, inilah sebagai bukti kalau kaum milenial itu harus memiliki daya intelektual yang tinggi dan selalu ingin mencari tahu tentang ilmu pengetahuan yang baru sebagai bekal untuk pengembangan diri agar lebih maju dan lebih  baik lagi. 

Fadhil juga menjelaskan, kalau Web Binar ini diisi oleh narasumber yang handal dan sangat luar biasa.

Seperti; Fikri Abdul Aziz SH MH, selaku founder dari GMS (Gerakan Milenial Sukabumi), dan juga nara sumber lainnya yaitu kang Maulana fajar S.H MH selaku Founder Maulana Fajar Smart Comunity.

“Saya Pribadi dan selaku Direktur Eksekutif Gerakan Palabuhanratu Terdidik, tentunya mengucapkan banyak terimakasih atas ilmu yang diberikan oleh narasumber yang sangat luar biasa ini,” ujarnya. 

Padhil juga berharap, bahwa kita semua bisa menginplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terutama di masa Pandemi Covid-19 seperti ini, peran kaum milenial harus lebih bisa mandiri, dan harus mempunyai kemauan yang gigih, serta  inovatif dalam menciptakan sesuatu karya yang baru dan bermanfaat.

Disamping itu, Kaum Milenial juga harus punya daya juang dan berani ambil resiko disetiap perjuangan dan perjalanan hidupnya.

“Saya ucapkan banyak terimakasih juga buat semua  rekan-rekan panitia dari Gerakan Palabuhanratu Terdidik serta foksi regional  4 atau yang sekarang menjadi regional 1 yang telah sama sama mensukseskan acara ini sebagai kebersamaan kaum milenial” ucapnya lagi. 

Ditempat terpisah, Pendiri dan Penggagas gerakan mental GMS ini, Fikri Abdul Aziz mengatakan melalui sambungan Whatsappnya, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kepada kaum milenial Sukabumi, bahkan kaum milenial seluruh Nusantara ini yang terus aktif berperan serta dalam mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cinta bersama ini.

“Tentunya, Ini sangat luar biasa, antusias para kaum milenial Sukabumi dan yang lainnya, banyak persoalan yang kita bahas dan diskusikan dalam acara Web Binar kemarin, kita semua harus siapkan segalanya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 nanti,” Ucap Fikri. 

Menurut Fkri, ada beberapa poin penting kalau kaum milenial itu harus hadir dan berperan dibidang hukum. 

Ini harus dilakukan bahwa Generasi Milenial sadar dan  melek dibidang hukum untuk menjung-jung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan 

Untuk bidang Politik, Kaum milenial harus memiliki nilai moral dan anti money politic. Milenial harus menjunjung tinggi nilai Religius Jujur Anti korupsi dan jangan terjebak dalam politik transaksional.

Dibidang Sosial Kaum Milenial harus mampu  Peduli dan berbagi dalam kebaikan serta selalu menjalankan prinsip Bhineka Tunggal Ika, demikian Fikri sampaikan kepada awak media. 

“Melalui Pendidikan Kesadaran dan yang berkualitas, kita siap mendukung dan berperan aktif dalam segala bidang untuk turut serta mencapai target yang dicanangkan pemerintah berupa munculnya Generasi Indonesia Emas,” jelas Fikri.

Fikri juga berpendapat, bahwa pendidikan tidak sekadar dimaknai dengan transfer akademik (keilmuan) saja, melainkan dilengkapi dengan pembentukan karakter sebagai generasi yang berbudaya dan berbudi perkerti yang luhur. 

Ada beberapa langkah untuk mencapai Generasi Emas Indonesia menurut Fikri, seperti yang telah disampaikannya kepada beberapa awak media yang menghubunhinya.

1. Milenial harus berkontribusi dalam kehidupan politik dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk memberikan pendidikan politik yang baik di tengah pragmatisme politik dimasyarakat dan politik biaya tinggi (high cost politic). 

2. Senantiasa mengembangkan kreatifitas ditengah perkembangan zaman yang sangat cepat dengan memahami dan mengaplikasikan teknologi dengan baik. 

3. Senantiasa menjaga dan mematuhi protokol kesehatan dengan berperan aktif membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran penularan wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19. 

4. Mengupgrade skill SDM yang mumpuni dengan prinsip senantiasa berbuat baik ditengah-tengah warga masyarakat. 

5. Memiliki sikap positif, proaktif, kerja keras, pantang menyerah dan berani gagal. 

“Kami sangat Optimis, bahwa kaum milenial bisa mengisi kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan penuh tanggung jawab,” Harapanya.

Dengan latar belakang sebagai Advokat muda, Fikri yang juga sudah malang melintang dalam dunia Advokat dengan jam terbangnya banyak diperhitungkan dan tidak diragukan lagi. 

Dirinya sebagai Nara Sumber dalam acara Web Binar tersebut berpesan dan menghimbau kepada Kaum Milenial agar peran aktif Kaum Millenial bisa turut mengedukasi warga masyarakat untk mengindari atau mencegah money politics ditengah warga masyarakat sekarang bahkan dari masa ke masa.

Terutama ini momen pilkada serentak, di duga banyak oknum politik pragmatis dengan politik biaya tinggi sebagai sesuatu yang dijadikan sistem. 

“Milenial harus berkontribusi dalam kehidupan politik dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk memberikan pendidikan politik yang baik di tengah pragmatisme politik dimasyarakat dan politik biaya tinggi (high cost politic),” tegas Fikri. 

Fikri lebih gamblang menjelaskan, kalau politik biaya tinggi akan mengakibatkan calon terpilih tidak konsen mengabdi kepada warga masyarakat nantinya. 

Dirinya juga mengatakan lagi banyak fakta-fakta yang sudah terjadi. 

“Pasangan terpilih yang menggunakan sistem transaksional pada akhirnya akan terbebani untuk mengembalikan cost politik terlebih dahulu, tidak sedikit kejadian yang pada akhirnya dengan cara-cara yang melanggar hukum dalam melaksanakan jabatannya tidak amanah lagi. 

Tidak bisa di pungkiri, faktanya sudah puluhan dan ratusan pejabat yang jadi pesakitan baik di KPK maupun Kejaksaan. 

Masyarakat harus dihimbau untuk memilih pemimpin yang punya integritas dan rekam jejak yang baik dan program yang nyata untuk masyarakat. hal ini sudah saya sampaikan kepada rekan-rekan media juga yang menghubungi saya tadi.

Dan yang terpenting kaum milenial harus turut serta memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.
(ARS).