Opan Sopandi: Meningkatkan Seni Budaya Sunda Sejak Dini Pada Generasi Milenial

Terkini.id, Sukabumi – Seni dan budaya adalah  selalu berpasangan dimana ada seni disitu ada budaya dimana ada budaya disitu ada seni. Pada intinya pada setiap karya seni ada terdapat definisi kebudayaan itu sendiri dan pada setiap kebudayaan juga mengandung nilai dan estetika seni.

Menurut Opan Sopandi. S. Pd. Pria kelahiran tahun 1967 dan juga salah satu Guru SDN 2 Caringin Gegerbitung Sukabumi serta aktif di organisasi Paguyuban Pasundan sebagai Sekjen tingkat kecamatan, adalah perlunya peningkatan dan terus sosialisasikan atau pengenalan seni budaya sunda pada generasi milineal ini dari sejak dini.

Dalam sambungan wathasapnya, Opan menyampaikan: Assalamualaikum dulur-dulur nu salembur. Baraya nu aya dikarota, wargi-wargi nu aya diluar nagri. Urang silih emutan jeung urang sunda deui.
Kade poho kana pangbalikan, kanu ngusik malikeun urang, kana Purwadaksi jeung Silih  Asah, Silih Asih, Silih Asuh. (Assalamualaikum saudara-saudara yang ada di kampung dan saudara-saudara yang ada di kota serta saudara-saudara yang ada di luar negeri. Jangan lupa kepada Tuhan yang menggerakan segala gerak kita, saling mengingatkan lagi sesama orang sunda. Jangan lupa pada jati diri kita saling mengingatkan, saling sayang, dan saling mengayomi).

Opan Sopandi. S. Pd. Pria kelahiran tahun 1967 dan juga salah satu Guru SDN 2 Caringin Gegerbitung Sukabumi serta aktif di organisasi Paguyuban Pasundan sebagai Sekjen tingkat kecamatan Gegerbitung

Baca Juga: Ki Paku Buana Pamungkas Pendiri Persatuan Indonesia Nuswantara Beri Dukungan...

“Budaya jeung Seni nu aya di jawa barat teh pikeun ngahijikeun sakabeh urang sunda sangkan te mopohokeun jeung ngaleungitkeun PURWADAKSl na. Urang pedar dina Paguneman, nyaeta ngawangkong silih tempas ngagunakeun basa sunda nu merenah.

( Budaya dan seni yang di jawa barat adalah untuk mempersatukan orang orang sunda supaya tidak melupakan pada bahasa sunda dan ingat pada purwadaksi. Purwadaksi itu jangan lupa pada awalnya kita. Kita ceritakan  dalam percakapan bahasa sunda yang baik dan benar),” ungkapnya, Jum’at 18 Desember  2020.

Baca Juga: Provinsi Banten, Somantri: Siap Ikut Berkiprah Di Mata Sosial Indonesia...

Kosakata sunda kuno eksotis jadi ngaran jalma. (Kosakata sunda kuno eksotis jadi nama orang). 

Abi yoga ngandung harti hak anu utami. (Hak yang utama).

Contona. (Contohnya).
Adiguna; ngandung harti kacida alus jasana, prilaku nu sae. (sangat bagus jasanya dan kelakuanya).

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Cegah Covid-19 Dengan Prokes dan Vaksin

Andika; ngandung harti anjeun (engkau) 
Jeung sajabana dei. (dan lain-lain).

“Jadi sangat luas arti dari budaya itu sendiri. Budaya menurut saya adala tatanan atau pola hidup bersosial, sedangkan seni adalah hasil dari ide dan gagasan serta bisa diartikan gambaran dari budaya,” Jelasnya. 

Lanjutnya, seni itu sebagai prodak kita, misal yang digambarkan melalui lukisan, tarian, atau sekarang lebih misal lewat audio visual.

“Jadi setiap jenis kegiatan itu sendiri ada seninya masig-masing, dan seni budaya ini perlu di kenalkan sejak dini pada generasi kita ini yang sudah masuk dalam generasi Milenial,” jelasnya lagi. 

Opan juga berharap, jangan sampai seni dan budaya kita tergerus oleh perkembangan jaman dan moderinsasi serta teknologi yang semakin canggih ini.

“Jangan sampai seni budaya kita hilang ditelan jaman,” tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa ini adalah  tanggung jawab bersama dalam mendidik generasi kita dengan budaya yang luhur, seperti tatakrama atau sopan santun dan budi pekerti.

“Pendidikan karakter tersebut bukan tanggung jawab pohak sekolah saja, tapi juga orang tua murid harus lebih berperan memberikan bimbingan dan contoh-contoh yang baik pada anaknya masing-masing. Begitu pun dengan kita semua harus bisa membimbing generasi kita dengan baik dan benar agar mencintai budaya dan kearifan lokalnya. Wassalam,” pungkas Sopandi. 
ARS

Bagikan