AORTA Masyarakat Wisata Berbudaya

Penulis: Dr. Awan Setiawan, M.Si. (Dosen STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Ketua Yayasan Mutiara Palabuhanratu. Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Kabupten Sukabumi. Anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi).

AORTA

( Bagian 2 ).

Baca Juga: Mata Sosial Bersihkan Hati dan Tingkatkan Kecerdasan Emosional Dalam Momen...

Jum’at 15 Januari 2021.

Masyarakat Wisata Berbudaya

Baca Juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan di Musim Hujan Ala Dwi dari...

Terkini.id, Sukabumi – Lanjutan dari Ciri Ulah Kasilih ku Junti, bahwa konteks tata nilai tradisional yang masih hidup harus ditopang agar tumbuh segar. Tata nilai baru dibangun lebih luwes seiring perkembangan zaman dengan tidak meninggalakan nilai-nilai estetis dan nilai-nilai fungsional ketradisiannya sebagai warisan budaya leluhur.

Jika dikutif  dari berbagai sumber bahwa budaya secara harfiyah adalah budi yang artinya akal fikiran, kecerdasan dan daya yang berarti satu karya, kekuatan. Kedua maknanya menyatu menghasilkan progres ideal yang akan menjadi landasan kuat dalam pembangunan yang berbasis kemasyarakatan. 

Hal tersebut juga tidak lepas dari ramuan managemen dalam pengaplikasian peran budaya dan wisata yang sangat menopang segala pembangunan untuk mendorong kemajuan suatu daerah.

Baca Juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan di Musim Hujan Ala Dwi dari...

Terminologi budaya pun tidak hanya diartikan pada kesenian dan upacara adat, secara universal budaya adalah merupakan tatanan kehidupan.

Lalu apa korelasinya dengan managemen?  Menurut Bapak manajemen Dunia  GF. Terry bahwa manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan (do) dan pengawasan serta evaluasi, adalah harus memberi langkah perencanaan yang strategis yang menjamin pelaksanaan manajemen efektif dan efisien. 

Perencanaan berwawasan kesiapan karena jika program sudah digerakan maka konsep dan sistem yang akan menjadi pengarah.

Disinilah kita perlu adanya peningkatan kesadaran warga masyarakat dalam menjalankan dan melestarikan budaya luhur Bangsa kita ini. Adalah sebuah tatanan yang sangat bernilai dan sebagai barometer dalam menjalankan peradaban. 

Diantara sekian banyak perencanaan strategis tersebut hal utama adalah mempersiapkan sumber daya yang unggul yang memiliki pemahaman yang benar dan tumbuhnya kesadaran penuh untuk berpartisipasi aktif dalam program pembangunan yang akan dijalankan. Sehingga terbentuknya masyarakat madani dari berbagai lapisan pendukung program tersebut. 

Program-program wisata berbasis budaya misalnya. Tempat-tempat wisata akan bisa jadi nilai lebih untuk mengembangkan potensi dan karakter diri dengan adanya ketertarikan dari budaya-budaya positif yang jadi tontonan hingga tuntunan. Baik itu wisata budaya edukasi, religi, dan juga peradaban masa lampau atau juga peradaban masa yang akan datang tampilan-tampilan perencanaan multi audio  visual berbasis teknologi tinggi.

Ini semua bisa berperan aktif dan sangat mendorong dalam memunculkan dan memupuk cinta terhadap bangsa sendiri serta lewat  budaya juga bisa lebih meningkatkan kepedulian dalam menjaga alam lingkungan agar tetap lestari, asri dan meberikan manfaat berkesinambungan untuk generasi. 

Sehingga akan terbentuk the power of teams sebagai kekuatan yang sangat besar didalam mensukseskan pembangunan berbasis kemasyarakatan, menciptakan kebersamaan dan persahabatan satu sama lainnya dalam menjung-jung tingga citra daerah masing-masing untuk memberikan citra baik terhadap Nasional atau Internasional terkait keberagamaan budaya bangsa ini. 

Untuk Sukabumi kita tercinta. Dalam menyongsong Sukabumi Wisata yang saat ini sedang mendapatkan perhatian khusus, tentu membangun Masyarakat Wisata Berbudaya harus menjadi pilihan yang efektif. 

Jepang, Korea, Bali, Yogya, Toba dan semua potensi wisata dunia dan domestik sudah menujukan kepiawaiannya bagaimana terbangunnya masyarakat madani berbudaya dalam mendukung pengembangan wisata di daerahnya masing-masing.  

Dengan demikian, maka program pelatihan terpadu berbasis masyarakat wisata menjadi tantangan strategis untuk membangun budaya memelihara dan berpartisifasi aktip dari seluruh lapisan mansyarakat terhadap program program yang akan digerakan. Karena konsep pembangunan adalah berkesinambungan.

Dalam menata program pembangunan Wisata Sukabumi sebaiknya dimulai adanya pelatihan-pelatihan langsung  kemasyarakatan sebagai pemicu dalam menumbuh kembangkan semangat berbudaya di era milineal ini. 

Pelatihan yang mengarahkan warga wisata memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang sikap dan prilaku secara keseluruhan karakter.  Program pelatihan yang dikonsep dengan baik, dijalankan secara strategis sehingga tujuan program sesuai dan goal dalam menembus market global dengan identitas budaya kita yang luhur. 

Untuk menjadi idola dunia, kita tidak perlu ikut tegerus dalam budaya eksternal bangsa kita. Tapi justru kita harus tetap pertahankan prilaku budaya kita yang luar biasa di mata dunia dengan nilai-nilai luhur budaya kita ini yang dibingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. 

Bagikan