Yayasan Mutiara Membentuk Gugus Covid-19 di Setiap Lembaganya Dalam Mempersiapkan Pembelajaran

Terkini.id, Sukabumi – Bagi Yayasan Mutiara Palabuhanratu masa Pandemi Covid-19 ini jadi pemicu semangat sehat dan kreativitas serta mandiri di abad Milenial Ini. Saat ini seluruh dunia sedang menghadapi Pandemi Covid-19 yang sangat dahsyat memproparandakan berbagai sektor. Sektor pendidikan dan juga sektor perekonomian pun merasakan dampak yang luar biasa dari adanya Covid-19 ini. 

Dalam menyikapi hal tersebut Yayasan Mutiara Palabuhanratu terus berupaya mewujudkan program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan pencegahan penyebaran virus Corona atau Pandemi Covid-19 dengan membentuk  Gugus Covid-19 dari berbagai tingkatan di semua lembaganya. 

“Yayasan Mutira membentuk Gugus Covid-19 di semua lembaganya. Hal ini utk membangun budaya pola hidip baru menanamkan kesadaran Protokol Kesehatan kepada siswa/siswi  sejak dini, ini sangat penting sekali kami lakukam untuk mendorong dan mewujudkan program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan pencegahan penyebaran virus Corona atau Pandemi Covid-19 tersebut,” ungkap Dr. Awan Setiawan selaku ketua Yayasan Mutiara melalui sambungan Whatsapnya, Sabtu 13 Februari 2021.

Yayasan Mutiara Palabuhanratu

Baca Juga: Koramil Jampangkulon: Terus Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19 Agar Cepat Terbebas...

Lanjut dirinya, Disamping itu pihak yayasan mempersiapkan diri jika diberlakukan lagi pembelajaran tatap muka nantinya, agar prilaku kebiasaan baru seperti protokol kesehatan Covid-19 terus berjalan dengan baik dan benar serta terpantau di lingkungan  Yayasan Mutiara.

“Kami membentuk Gugus Covid-19 di Yayasan atau lembaga ini merupakan Inisiatif Yayasan Mutiara dan disesuaikan dengan kebutuhan Yayasan ini. Untuk selanjutnya bahwa Gugus Covid-19 ini akan dilaporkan kepads Gugus Covid-19 Pemda Kabupaten Sukabumi agar dapat pengarahan  dan pembinaan dalam menjalankannya,” jelasnya. 

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Hadiri Rapat Bersama Forkopincam

Sambunya,  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), penyakit ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019 tahun lalu. Hingga  terus menyebar keberbagai negara di bumi ini termasuk Negara Indonesia yang kita cintai ini. 

Awan menuturkan juga, bahwa Peradaban milenial ini sedang diserang oleh pandemi Covid-19 yang bisa merontokan kesehatan dan bahkan mematikan perekonomian. 

“Hemat saya, umat manusia sedang berperang dengan Virus Corona atau Covid-19 di muka bumi ini. Maka dari itu kami harus melawannya dengan prilaku hidup sehat dan bersih seperti himbauwan pemerintah, salah satunya menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19. Secara sistem dan terstrukur kami bentuk tim kerja gugus tugas Covid-19 di lembaga kami hingga ke tingkat TK (Taman Kanak-Kanak). Hal tersebut juga merupakan langkah edukasi dini dalam dunia pendidikan agar prilaku hidup sehat dan bersih serta disiplin protokol kesehatan bisa teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa/siswi dimanapun mereka berada,” bebernya. 

Baca Juga: Koramil 0622-04/Cikidang Kawal BLT DD dan Vaksinasi di Desa Gunung...

Masih menurut ketua Yayasan Mutiara tersebut, diperkirakan manusia akan hidup berdampingan bersama Covid-19 dalam waktu yang panjang jika tingkat kesadaran warga masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19 melemah. Disinilah kami merasa sangat perlu untuk  pendidikan prilaku bagi siswa/siswi sangat penting dalam membangun kebiasaan baru yang bisa  menyelamatkan diri dari serangan wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19.

“Namun begitu, kita tidak perlu khawatir dan jadi paranoid dalam menghadapi wabah Pandemi Covid-19 ini, Sebagai generasi yang hidup di abad milenial yang penuh dengan ide-ide segar serta berbagai kemudahan dalam perkembangan mengakses informasi serta di topang dengan kecanggihan teknologi yang begitu dinamis, sehingga begitu banyak peluang untuk menjadi pribadi yang sehat, kreatif, cerdas, serta merdeka, Artinya. Kita harus banyak referensi dari berbagai sumber terpercaya dalam menyikapi Covid-19 dengan bijak dan smart. secara psikologi, kita juga harus merdeka jangan sampai terbelenggu atau ketakutan dengan adanya wabah Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, mari kita jadikan masa Pandemi Covid-19 sebagai pemicu semangat sehat dan kreativitas serta mandiri di abad Milenial Ini,” terangnya. 

Setelah ditetapkannya Virus Covid-19 ini menjadi Pandemi Covid-19 oleh WHO (World Health Organization) pada tanggal 11 Maret 2020. “Maka hemat saya resmi umat manusia sedang berperang dengan Virus Corona atau Pandemi Covid-19 tersebut, yang begitu pengaruh terhadap proses dunia pendidikan dan ekonomi warga masyarakat,” Imbuhnya. 

Pihaknya berharap, dengan diterapkannya Gugus Covid-19 pada siswa/siswi terkait protokol kesehatan Covid-19 akan mempercepat dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran penularan Covid-19.

“Dengan dibangunnya kesadaran sejak dini  di sekolah, kami berharap dunia pendidikan terus berperan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Agar kita bisa cepat belajar tatap muka seperti biasanya,” harapnya. 

ARS. 

Bagikan