Geyser Cipanas Berubah Menjadi Pesona Wisata Kesehatan. Semoga Bukan Mimpi!

Penulis: Dr. Awan Setiawan, M.Si. (Dosen STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Ketua Yayasan Mutiara Palabuhanratu. Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Kabupten Sukabumi. Anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi).

Aorta 3
Geyser Cipanas Berubah Menjadi Pesona Wisata Kesehatan. Semoga Bukan Mimpi!

Dua (2) hari dalam seminggu setiap pagi kami menikmati semprotan air panas  belerang alami, sekali kali mengajak siswa asrama sekompi untuk menikmati keindahan dan berbagai manfaat air panas alami. 
 
Tidak perlu lama-lama  setengah jam cukup menyegarkan dan menyehatkan. Hampir 2 (Dua) bulan sakit, baru pagi itu berguyur lagi, “agak kaget. Disekitar parkiran bawah sudah banyak saung2 pedagang, sepertinya direlokasi,” Gumam Hatiku. 

Baca Juga: Dunia Pun Mengenal Geyser Cipanas Cisolok, Kades Joni: Selain Tempat...

Teringat beberapa waktu yang lalu diberitahukan “Insya Allah dalam waktu dekat Geyser Cipanas akan ditata”. dari kabar  yang aku terima. 

“Ini langkah baik. Anugerah besar ini harus disyukuri, tentu dengan memelihara sebaik baiknya,” gumam hatiku lagi,  sambil mengamati dan menikmati sekitarnya. 

Geyser Cipanas Cisolok

Baca Juga: Anak Kandung Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas, Makmun: Akhir-akhir ini,...

Bukankah Allah menciptakan manusia untuk memelihara alam semesta sebesar-besar manfaatnya bagi kelangsungan hidupnya?

Siapa yang harus memeliharanya?. Tentu kewajiban bagi semua orang (Mahluk Allah). secara peradaban. 

Namun begitu, ini yag sering jadi masalah dimanapun, disetiap tempat. Dimana membangun lebih mudah ketimbang mempertahankan atau merawat Konsistensi atau keberlanjutan terus menerus menjadi problem yang tak pernah terselesaikan. 

Baca Juga: Pengaruh Pandemi Covid-19, Pedagang Di Pasar Palabuhanratu Masih Lesu

Pernah, disekitar pantai Karang Hawu dirapikan namun tak bertahan lama terlihat seperti kumuh lagi  dan seperti tidak tertata tenda-tenda bermunculan kembali. 

Berarti ada yang harus dibenahi yang belum tersentuh. Seperti yang penulis paparkan di Aorta seri 2 Membangun Budaya Masyarakat Wisata.  

Pemahaman dan kesadaran menumbuhkan pembiasaan.  Masyarakat harus dididik dan terdidik utuk membangun kesadarannya.  

Didalam hati ini berharap, seperti bermimpi.  Jika progres penataan Geyser Cipanas benar-benar totalitas. Sungguh terbayang pesonanya . Lingkungan ditata dengan konsep budaya lokal di wujudkan dalam satu simpul kearifan lokal. 

Masyarakatnya dilatih membangun jiwa budaya leluhurnya, penataan yang simultan berarti pemberdayaan tuntas, sempurna. 

Maka hasilnya akan terpelihara sepanjang masa, bahkan harus menghasilkan progres perbaikan berkelanjutan (continual improvemen). 

Geyser Cipanas bisa menjadi pilot projek penataan aset wisata budaya unggulan, dan jika terjadi akan memberi inspirasi bagi objek wisata yang lainnya.  

Betapa bernilai artistik dan estetik jika Geyser Cipanas  menjadi sebuah konsep Kultural.  Unsur-unsur budaya lokal perlu mendapat porsi lebih besar, seperti pembangunan kios-kios pedagang yang direlokasi memunculkan ciciren budaya sunda. 

Penataan sekitar objek dilengkapi dengan  petunjuk, pengarahan, tata tertib dan sangsi terhadap pelanggaran. Semua harus terkonsep dengan baik. 

Yang sudah ada dan berjalan kita Apresiasi sekali, karena proses demi proses terus dilalui, semoga kedepannya akan lebih konseptebel lagi. 

Dengan demikian nilai akan betul-betul termanfaatkan secara optimal. Semoga mimpiku terkabulkan. Aamiin Yarobal Alamiin.

Bagikan