Mata Sosial: Ekonomi Kerakyatan adalah Strategi Untuk Pemulihan Ekonomi Di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Ruslan Raya /Mata Sosial (Humas PNTI Jabar)

Ekonomi dunia menurun drastis semenjak Covid-19 ini, terlebih saat Covid-19 dinyatakan sebagai Pandemi Oleh WHO (World Health Organization) pada tanggal 11 Maret 2020. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),  Virus tersebut pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 01 Desember 2019. Sejak saat itu pula hampir seluruh negara terus berupaya untuk menyelamatkan kesehatan warganya dan juga sekaligus menyelamatkan keberlangsungan perekonomian di negaranya itu sendiri. 

Di Indonesia sendiri, pemerintah terus berupaya dalam percepatan penanggulangan pencegahan penyebaran virus Corona atau Pandemi Covid-19 tersebut dengan berbagai langkah dan strategis jitu dengan dilaksanakannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) hingga  PPKM Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat dengan skala mikro dengan tingkat gugus tugas masing-masing sektor. 

Baca Juga: Ki Paku Buana Pamungkas Pendiri Persatuan Indonesia Nuswantara Beri Dukungan...

Hal tersebut untuk mengatasi Pandemi Covid-19. Selain upaya menyelamatkan kesehatan warga masyarakat juga pemerintah wajib melaksanakan dan membuat terobosan pemulihan ekonomi dimasa Pandemi Covid-19 ini.
 
Pertumbuhan ekonomi nasional negara kita di masa Pandemi Covid-19 sangat diharapkan oleh warga masyarakat tumbuh cepat walaupun merangkak dengan segala problema yang komprehensif otomatikli. 

Jika pertumbuhan ekonomi kita berjalan dengan positif, setidaknya bisa menekan kontraksi ekonomi pada masa sulit akibat Pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Provinsi Banten, Somantri: Siap Ikut Berkiprah Di Mata Sosial Indonesia...

Hemat Mata Sosial, ekonomi kerakyatan adalah sangat strategis dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dimasa Pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dengan terus mendorong dan mengoptimalkan produktivitas, Kreativitas serta potensi-potensi lokal di setiap daerah masing-masing.

Tentunya kita sebagai warga Negara Indonesia tidak ingin konsep ekonomi kerakyatan hanya sebatas hiasan dalam program saja atau hanya Jargon yang populis saja.

Implementasi dan karya nyata dalam roda usaha yang harus benar-benar ada dalam kegiatan yang nyata serta memberikan hasil yang optimal. Jadi sangat jelas sekali perlunya program ekonomi kerakyatan yang terintegrasi.

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Cegah Covid-19 Dengan Prokes dan Vaksin

Pemerintah dengan berbagai kebijakannya melalui Pihak-pihak terkait, misal kemendes dengan konsep ekonomi kerakyatan melalui desa, perbankan dengan konsep kerakyatan KUR (Kredit Usaha Rakyat), Koprasi dengan konsep UMKM dan lainnya. 

Nah, bagai mana harapan pemerintah bisa terwujud dengan berbagai konsep ekonomi kerakyatan ini, terutanma di masa Pandemi Covid-19 ini?. Tentu semua harus terintegritas dan memberikan peluang serta manfaat yang berkesinambungan dalam memulihkan perekonomian itu sendiri. 

Dalam hal ini, mata sosial berpendapat, bahwa yang paling utama adalah meningkatkan kesadadaran warga masyarakat untuk selalu produktif, inovatif, serta kreatif. Dengan dasar karakter tesebut maka akan tercipta wirausaha sejak dini di kalangan warga masyarakat. Jadi, akan terasa optimal pemanfaatnya dari berbagai program kebijakan pemerintah dalam menjalankan ekonomi kerakyatan.

Selain itu, Mata Sosial juga memandang bahwa intergrasi dan konektivitas kebijakan strategis nasional seperti kebijakan Fiskal dan Kebijakan moneter serta harus terus mengacu kepada potensi-potensi berbagai permasalahan yang harus dihadapi dan disikapi di tingkat bawah baik itu desa atau kabupaten dan juga provinsi secara kebijakan universal namun inklusif.

Dari berbagai kebijakan dalam pemulihan ekonomi sudah menunjukan kerja keras pemerintah dalam berupaya mewujudkan cita-cita UUD 1945 tentang ekonomi kerakyatan serta tentang peran serta Koprasi dalam turut serta mewujudkan perekonomian nasional.

Namun begitu, tidak dipungkiri permasalahan klasik ditingkat  atas atau bawah selalu menjadi tradisi yang feodalistis dengan primodial kulturnya, sehingga bisa dikatakan hal tersebut harus benar-benar bersih untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi warga masyarakat, fakta umumnya bisa kita temukan di berbagai sumber berita yang terpercaya dimana program-program pemerintah masih banyak ditemukan kurang tepat sasaran.

Dan hal ini perlu dari diri kita sendiri untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan kepekaan untuk saling peduli dan berbagi dalam hal kebaikan dan kemanfaatan yang baik pula. 

Mata Sosial secara sederhana merumuskan  langkah-laingkah kecil yang berdampak besar terhadap pemulihan ekonomi dari mulai pedesaan. 

Bsa kita lakukan diantaranya: belanja diwarung tetangga, ketika kita belanja di warung tetangga sekitar kita gunakan dengan gaya belanja kita di supermarket atau mini market misalnya dengan tidak melakukan penawaran. Artinya bayar sesuai harga yang di ajukan penjual dengan patokan standar harga jual, kalau di supermarket atau minimarket kita bayar sesuai barcode harga  tanpa tawar memawar.

Tingkatkan daya beli produk tetangga, seperti dari hasil pertanian dan perikanan serta kerajinan,  sehingga terjadi barter jual beli. Artinya ketika di kampung A membeli hasil produksi kampung B, maka Kampung B juga membeli hasil produksi Kampung A,  dan setrusnya kekampung lainnya. Sehingga potensi-potensi lokal akan hidup dan mempunyai nilai jual dan daya beli.  

Jika setiap kampung mempunyai potensi yang sama, maka harus jadi kampung industri tertentu, sehingga pemesaran secara besar bisa di lakukan dengan bantuan e-commerce dan dibuat kajian agar mendorong lahirnya regulasi yang mengatur keberlangsungan kegiatan tersebut, sehingga bisa terintegritas dan mencapai tujuan ekonomi yang signifikan. 

Salam Mata Sosial Yuk Peduli Yuk Berbagi

***Dari Berbagai Sumber. 

 

Bagikan