Dodi Kepla CPUGGp: Memuliakan Bumi dan Mensejahterakan Masyarakat

Terkini.id, Sukabumi – Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam berupaya untuk memepertahankan status Geopark dan memaksimalkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu sebagai green card UNESCO, Rabu 14 April 2021.

Sebagai pemantapan dan langkah strategis yang harus ditempuh Guna mempertahankan status green card, dan kemajuan yang maksimal di Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Maka, Revalidasi pun terus dilakukan

Seperti dilansir dari Kabarsukabumi. com. Menurut Dodi selaku Kepala CPUGGp Ada 13 Rekomendasi yang Kita upayakan dan selesai dilaksanakan sesuai target tentunya. 

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Cegah Covid-19 Dengan Prokes dan Vaksin

“Sebagai Upaya Dalam Menyelesaikan 13 Rekomendasi, Alhamdulilah seluruh kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dan diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan lebih lanjut, bahwa ke 13 rekomendasi tersebut diantaranya :

Baca Juga: Kades Kertajaya Peduli Kesehatan Warga Desanya, Terjun Langsung ke Lapangan...

“Penyusunan Masterplan. Penyusunan Mou Dan Pks Dengan Mitra Ciletuh-palabuhanratu Unesco Global Geopark. Penataan Di Pusat Informasi, Pembuatan Display Ruang Pamer Untuk Produk Cinderamata Dan Poster Informasi Yang Terpasang Di Homestay. Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Yang Terintegrasi Dengan Geopark Dan Pembuatan Alat Peraga Pendidikan Geologi,” jelasnya. 

Lanjut Dodi, selain poin-poin tersebut juga adalah dilaksanakan untuk menyusun Modul-modul Sebagai Berikut : Modul Pemandu Geowisata, Modul Geohomestay, Sop Penyelamat Wisata Tirta Dan Sop Pusat Krisisi Kepariwisataan. Penyusunan Mou Dan Pks Dengan Berbagai Universitas Dan Lembaga Penelitian Serta Melaksanakan Kajian Kcag Dan Kajian Biodiversity. Penyelesaian Kajian Budaya Tak Benda. Memasang Panel Informasi Diseluruh Geosite Dan Beberapa Ruang Publik Didalam Kawasan. Menerbitkan Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 91 Tahun 2018 tentang Penggunaan Merek Logo Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai branding produk unggulan Daerah.

“Regulasi ini berisi tentang pedoman mitra geopark beserta tata cara permohonannya,” terang Dodi.

Baca Juga: IKA UNPAD Peduli Covid-19, Kakan: Yuk Peduli Yuk Berbagi Bantu...

Masih kata Dodi, ada juga membagi Zona Tematik dan lainnya. 

“Membagi Zona Tematik Berdasarkan Potensi Unggulannya Serta Melakukan Penyusunan Kajian Transportasi Didalam Kawasan Ciletuh-palabuhanratu Unesco Global Geopark. Turut Aktif Dalam Kegiatan Kerjasama Internasional Dan Pertukaran Pengalaman Didalam Ruang Lingkup Geopark, Diantaranya Dengan Mengikuti Regional Course On Unesco Global Geoparks 2019 Di Langkawi Unesco Global Geopark, Malaysia Dan Two Week Training Course On Izu Peninsula Uggp 2019 Sebagai Implementasi Kerjasama Dengan Izu Peninsula Unesco Global Geopark. Menyusun Kesepakatan Bersama Dengan Anggota Jaringan Geoopark Indonesia, Serta Melakukan Penyusunan Mou Dengan Langkawi Uggp, Satun Uggp Dan Izu Peninsula Uggp, Serta Aktif Dalam Konferensi Internasional Baik Yang Diselenggaran Oleh Ggn Maupun Apgn 
Guna memastikan persiapan yang dilakukan sesuai dengan tujuan 13 rekomendasi tersebut,” paparnya. 

Badan Pengelola CPUGGp telah mengundang Advisory Committee Global Geopark Network dari Indonesia Ir. Hanang Samudra untuk melakukan kunjungan lapangan pada tanggal 6-8 April 2021.

Pada kunjungan tersebut, Ir. Hanang Samodra didampingi oleh Tim dari Pusat Survey Geologi Badan Geologi Kementrian ESDM dan Tim dari Universitas Padjajaran Bandung serta Kemenkomarves

“Beberapa geosite yang dikunjungi : Desa Wisata Hanjeli, Museum In-Situ Gigi Hiu Megalodon, Konservasi Penyu Pangumbahan, SMAN 1 Ciracap, Sekretariat PAPSI, Lokasi Pemberdayaan Masyarakat di Ciwaru, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Puncak Darma, Geyser Cisolok dan Pusat Informasi Geopark,” beber Dodi. 

Dodi menambahkan, bahwa untuk mendapatkan status UNESCO Global Geopark bukanlah suatu hal yang mudah, saat ini hampir seluruh geopark di dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan status tersebut, di Indonesia sendiri terdapat 14 Geopark Nasional yang berlomba untuk mendapatkan status UNESCO Global Geopark.  

 “Suatu keberuntungan dan kebanggaan saat ini Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah berstatus UNESCO Global Geopark oleh karena itu untuk mempertahankan status tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah dan Badan Pengelola CPUGGp saja melainkan juga tanggung jawab semua stakeholder yang terlibat didalamnya,” ungkapnya.

Untuk itu mari bahu membahu mempertahankan Status UNESCO Global Geopark untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi dengan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan , tidak membuang sampah sembarangan, memelihara dan menjaga warisan geologi yang ada didalam Kawasan sesuai dengan slogan geopark 

“Memuliakan Bumi dan Mensejahterakan Masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan