Berdo’a dan Berdzikir Dilakukan Megawati Demi Awak Nanggala 402, Warganet: Wong gak percaya akhirat dzikir sama siapa?

Terkini.id, Sukabumi – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan berdzikir tiga hari demi doakan keselamatan awak KRI Nanggala 402.

Melansir dari Tribun, kabar ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“Tiga hari terakhir ini, Ibu Megawati Soekarnoputri terus berdzikir, mendoakan agar seluruh pencarian KRI Nanggala berjalan lancar,” tutur Hasto.

Baca Juga: Mata Sosial Bersihkan Hati dan Tingkatkan Kecerdasan Emosional Dalam Momen...

“Hingga akhirnya disampaikan pengumuman oleh Panglima TNI bahwa mereka telah gugur ketika menyalankan tugas,” ujar Hasto, dikutip oleh terkini.id, Senin 26 April 2021.

Atas pengumuman Panglima TNI, Megawati memerintahkan kepada kadernya yang berada di Bali agar melaksanakan upacara tabur bunga.

Baca Juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan di Musim Hujan Ala Dwi dari...

Tak hanya itu, Hasto juga mengatakan bahwa Megawati bisa memahami rasa sedih yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

“Bahkan terkait detail dalam kapal selam Beliau juga paham, karena ketika sebagai Presiden, menerima kehormatan Brevet Hiu Kencana yang disematkan di dalam kapal selam,” tutur Hasto.

Megawati juga dikabarkan mengirimkan 53 karangan bunga sebagai tanda belasungkawanya atas gugurnya 53 prajurit.

Baca Juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan di Musim Hujan Ala Dwi dari...

Menanggapi pemberitaan mengenai hal ini warganet tampak bingung dengan menuding bahwa Megawati tak percaya hal-hal metafisik seperti akhirat.

“Kan ga percaya akhirat? Terus zikir buat apa? Belagu,” tulis warganet.

“Wong gak percaya akhirat dzikir sama siapa?” komentar warganet lainnya.

“Orang yang kagak percaya akhirat berzikir sampe 3 hari, becandanya keterlaluan,” tanggapan warganet.

Sebagai informasi, Megawati dalam salah satu pidatonya pernah membahas perihal kehidupan setelah kematian saat menanggapi aksi massa di akhir tahun 2016.

“Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti-kebhinekaan. Itu yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir tahun ini (2017). Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” tutur Mega.

Sumber
https://terkini.id/read/td-247727/megawati-dzikir-tiga-hari-demi-awak-nanggala-402-warganet-katanya-gak-percaya-akhirat

Bagikan