Kasal Ada Sinyal Tempur, Wawat Kurniawan Senggol Menahan Prabowo Lupa Ikat Tali Sepatu, Ada Apa?

Terkini.id, Sukabimi – Aktivis media sosial, Wawat Kurniawan, mengomentari pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Laut atau KSAL, yakni Yudo Margono.

Adapun hal itu terkait pernyataan Yudo yang mengatakan bahwa kapal selam KRI Nanggala-402 sempat mengirimkan sinyal tempur sebelum akhirnya hilang kontak.

Sebelumnya, Yudo Margono menjelaskan adanya kemungkinan bahwa KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout, yang artinya sistem kelistrikan kapal selam masih menyala.

Baca Juga: Koramil Jampangkulon: Terus Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19 Agar Cepat Terbebas...

Menanggapi pernyataan ini, Wawat Kurniawan justru menuturkan bahwa seharusnya Yudo Margono tidak mengatakannya kepada publik.

Pasalnya, kata Wawat, jikalau dugaan semacam itu disampaikan ke publik, maka Yudo harus mempertanggungjawabkan konsekuensinya.

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Hadiri Rapat Bersama Forkopincam

“KSAL: Kapal Selam Nanggala Sempat Kirim Sinyal Tempur, Diyakini Tidak Blackout (anda lebih baik ga usah omong begini ke publik) krn pernyataan anda memiliki konsekuensi yg wajib dipertanggung jawabkan,” ujarnya, seperti dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat pada Selasa, 27 April 2021, melansir unggahan akun Facebook milik Wawat.

Ia menyampaikan bahwa jika Yudo Margono tidak bertanggungjawab atas pernyataannya, maka sama saja ia telah berkhianat kepada bangsa lantaran membiarkan musuh masuk ke wilayah NKRI, tetapi tak melakukan apa pun.

Padahal, menurutnya, tugas seorang TNI adalah untuk menjaga dan mempertahankan wilayah NKRI.

Baca Juga: Koramil 0622-04/Cikidang Kawal BLT DD dan Vaksinasi di Desa Gunung...

“Kalau tidak? Itu sama dengan anda telah BERKHIANAT Atas Bangsa dan Negara ini, (tau ada MUSUH diwilayah NKRI namun anda tidak berbuat apa2) sedang anda adalah TNI yg Tugas pokoknya adalah Menjaga dan mempertahankan Wilayah NKRI.”

Pernyataan Yudo Margono yang menduga adanya sinyal termpur tersebut, kata Wawat Kurniawan, maknanya kemungkinan musuh sudah masuk jauh ke wilayah NKRI tanpa diketahui.

Ia lantas menyeret Pemerintah hingga Menteri Pertahanan, yakni Prabowo Subianto, mempertanyakan langkah yang akan diambil selanjutnya.

“Kalau Yakin diserang diWILAYAH NKRI, artinya MUSUH sudah masuk jauh Tanpa diketahui, lalu APA Tindakan selanjutnya dr Pemerintah RI dalam hal ini MENHAN? 1. DIEM aja. 2. PURA2 GA TAU. 3. LUPA IKAT TALI SEPATU.”

Tak cukup sampai di situ, aktivis tersebut juga mengatakan bahwa Pemerintah pun tidak turut serta dalam mempertahankan negara.

“Pemerintah juga ga ada, salah kita berharap ada yg mempertahankan negara kecuali rakyat, saya berharap mereka yg menanggung Utang 10.000 Triliun bukan Rakyat,” pungkas Wawat Kurniawan.

Sumber 
https://terkini.id/read/td-247768/kri-402-sempat-kirim-sinyal-tempur-wawat-kurniawan-senggol-ksal-soal-berkhianat-hingga-bawa-pemerintah-kenapa/

Bagikan