Bambu Jampang Sukabumi Punya Kualitas dan Bambu Bisa Menjadi Sumber Kehidupan

Terkini.id, Sukabumi – Bambu adalah tanaman yang melimpah ruah di nusantara ini. Dalam Webinar yang diselenggarakan oleh YGPBI, Sabtu,  01 Mei 2021 membahas tentang pentingnya Bambu dalam kehidupan ini. 

Menururtnya,  selain sumber kehidupan juga merupakan kebijakan dan strategis pemerintah dalam pengembangan bambu sebagai komoditas ekonomi yang bernilai budaya dan konservasi.

“Bambu adalah sumber kehidupan,” kata Asep Deni selaku Ketua Pembina Yayasan Gerakan Pemberdayaan Bangsa Indonesia (YGPBI).

Baca Juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan di Musim Hujan Ala Dwi dari...

Dirinya mengajak, elemen masyarakat untuk lebih poroduktif serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar kita salah satunya bambu. 

Acara tersebut diikuti oleh Peserta
Dari mulai petani bambu, pengrajin bambu, pelaku industri bambu yang ada di kabupaten Sukabumi. Namun banyak juga perwakilan dari beberapa daerah seperti halnya, Aceh,  Kalimantan,  Bali, Bandung,  Cirebon dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ki Paku Buana Pamungkas Pendiri Persatuan Indonesia Nuswantara Beri Dukungan...

Menjadi pembicara awal di lakukan oleh ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Hj.  Yani Marwan,  menurutnya potensi bambu di Kabupaten Sukabumi luar biasa,  

Lanjutnya, namun belum di masimalkan pemanfaatannya yang bernilai ekonomis, yang sudah masuk ke kria Dekranasda Kabupaten Sukabumi baru ada 38 pengrajin, dintaranya yang mengisi kria bambu baru satu orang dari kadudampit. 

“Saya pikir masih banyak lagi pengrajin bambu di Kabupaten Sukabumi, kita menginginkan seperti di Kota Cimahi,  ada Pirageawi yng sudah berkiprah sampai mancanegara dan tidak hanya alat musik saja yang terbuat dari bambu,  melainkan untuk asesoris seperti jam tangan dan kacamata terbuat dari bahan dasar bambu,” ungkap Hj. Yani Marwan.

Baca Juga: Provinsi Banten, Somantri: Siap Ikut Berkiprah Di Mata Sosial Indonesia...

Sebagai keynote speaker, Abah Jatnika dari Ketua Yayasan Bambu Indonesia,  memaparkan tentang pertumbuhan bambu dulu,  kini dan masa yang akan datang.

Pemateri selanjutnya dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang di sampaikan oleh Anastutik Wiryaningsih, selaku Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa,  Ditjen PDP,  pembahasananya dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui potensi kearifan lokal. 

Narasumber berikutnya dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, oleh Umirusyanawati,  Kepala Sub Direktirat Komunitas Penyelamatan Sumberdaya Alam,  Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup,  membahas Bambu Sebagai Konservasi Alam. 

Selanjutnya dari Kementrian Pariwisata dn Ekonomi Kreatif,  Erwita Dianti,  Direktur Industri Kreatif Desain dan Kuliner, membahas Bambu sebagai Eco Produk yang berdaya saing tinggi. 

Pembicara terakhir dari Kementrian Sosial,  oleh Asep Sasa Permana,  Direktur Jendral Penanganan Fakir Miskin,  dengan materi Pergerakan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Desa. 

Kemudian di lakukan tanya jawab.

Dari Bandung Sam Udjo menegaskan memang bambu paling bagus terdapat di jampang surade Kabupaten Sukabumi.

“Kita angklung menggunakn bahan dasar bambu pilihan salah satunya dari Kabupaten Sukabumi,” terangnya. 

Mangku sebagai Ketua Umum Desa Wisata Nusntara menerangkan kenapa Desa Panglipuran bisa berhasil seperti sekarang ini.

“Saya awal membentuk kampung disana ditata sedemikin rupa memang sudah banyak tanaman bambu disana,  selain sebagai penghias di halaman rumah,  juga bisa menjaga suhu,  dapat menyimpan cadanagan air di akarnya. Selain itu bambu di kami bnyak sekali kegunaannya,  belum buat ibadah kami selalu membuat sate itu bahan dasar dari bambu, Pungkasnya.

sumber Kabarsukabumi. Com

Bagikan