Anaku Inspirasiku, I love The’oku

Anaku Inspirasiku

The’o Putri Nurfatah

Penulis: Amidasari (Ibunda The’o)

Baca Juga: Ki Paku Buana Pamungkas Pendiri Persatuan Indonesia Nuswantara Beri Dukungan...

Pada hari Rabu, tepatnya tanggal 26 Desember Tahun 2006, lahir seorang bayi mungil melalui operasi sesar pukul 21.30 di Rumah Sakit ternama di sukabumi. Dengan berat badan 3100 gram dan panjang badan 46 cm, lingkar kepala 33 cm yang di beri nama The’o Putri Nurfatah. 

Nama yang indah seindah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa di muka bumi ini.

Baca Juga: Provinsi Banten, Somantri: Siap Ikut Berkiprah Di Mata Sosial Indonesia...

Anaku tumbuh sehat dan punya tumbuh kembang yang sangat cepat. Di usianya yang  ke 6 bulan, aku sudah kenalkan anakku dengan mainan puzle dan ku kenalkan anaku dengan buku cerita dan pensil warna.

Di usianya yang ke 6 bulan itu, anaku mampu memasangkan mainan yang ku sebut menara ring, yang di atasnya ada bebek berwarna kuning khas bebeknya punya mulut yang memanjang yang jadi mainan candaan The’o sewaktu memainkan menara ring tersebut.

Semakin tumbuh besar dengan sangat cepat sekali, menginjak usia 9 bulan,  The’o mampu memasangkan puzle yang berbentuk jari tangan, walau kadang berantakan tapi aku mampu melihat kegigihannya dalam  memasangkan puzle tersebut.

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Cegah Covid-19 Dengan Prokes dan Vaksin

Menginjak usia 10 bulan anaku The’o sudah mampu berjalan cepat tampa bantuan tanganku aku selalu memotivasi anaku untuk bisa berjalan menggapai sesuatu tanpa bantuanku.

Semakin bertambahlah usianya dan di usia 2, 5 tahun aku titipkan anaku f
Di kober Yapim di mana anak hanya bermain saja dan bisa berinteraksi dengan teman kecilnya. Anaku selalu semangat saat mau ke tempat itu dengan anak- anak lain bermain. 

Walau aku bekalkan dot susu karena tiada hari tanpa susu. Di usianya menginjak 3 tahun, anaku selalu mengikuti berbagai perlombaan mewaranai atau menggambar walaupun dia kalah dia tidak menyerah tetap punya cita-cita ingin naik ke atas panggung. 

Terkadang aku aminkan dan tersenyum saja saat dia cerita sebelum tidur. 

Aku selau panggil putri kesayanganku ini dengan sebutan Profesor Kecilnya Ibu yang selalu jadi semangat hidupku. 

Cita-cita kerasnya ingin naik ke atas panggung dan menjadi juara selalu jadi motivasi hidupnya, terkadang aku tersenyum dan selalu semangati setiap cerotanya.

Berbagai lomba ia Ikuti, walaupun kalah tapi anaku sayang tak pernah menyerah selalu bilang sama ibu, dede mau naik panggung.

Impian ingin naik panggung selalu menjadi cita-citanya. saat lomba mewarnai RA Tingkat Kabupaten Sukabumi yang di adakan di Islamic Center Cisaat aku menjemputnya sebelum acara selesai. Karena anaku mau berenang, saat di perjalanan menuju kolam renang aku dapat telepon dari kepala sekolah RA. ATARABIYAH CIJABON.  Bahwa anaku sayang The’o Putri Nurfatah menjadi Juara 1 tingkat Kabupatrn Sukabumi. 

Cita-cita naik panggung pupus sudah karena tidak naik langsung. Aku sebagia seorang tua tunggal merasa bersalah karena harus terburu-buru menjemputnya padahal itu 2 tahun yang anaku inginkan. 

Maafkan ibu prof kecilku. Sambil ku kecup dan ku peluk karena untuk menenangkan nya. selama TK Atarbiyah anaku mendapatkan 2x penghargaan masih di bidang yang sama yaitu mewarani.

Semakin besarlah engkau tumbuh semakin haru banggaku padamu. 

Beranjak masuk sekolah tingkat dasar ku titipkan anakku sayang ini ke sekolah islam ternama yang ada di Kabupaten Sukabumi. 

Sekolah RA Atarbiyah hanya 1 yang mewakili anaku masuk kesana. Dengan nilai hasil psikotes 121. 

Tanpa hal yang sulit anaku masuk ke sekolah pavorit dengan mudah. Pada saat kelas 1 anaku ingin pindah karena tidak ada kawan yang ia kenalnya, aku selalu tenangkan dan aku selalu motivasi untuk jadi anak yang kuat, aku pikir anaku akan menyerah tapi sebagai ibu aku tau kebiasaan anaku yaitu senang belajar dan bereksperimen serta bergaul dengan anak- anak yang rajin. 

Aku titipkan pesan ini pada wali kelasnya dan alhamdulillah ia betah. Di kelas 3 anaku mendapat pengharagaan sebagai siswi yang  mengikuti lomba mewarnai tingkat sekolah program susu. 

Menjuarai lomba catur tingkat SD pada kelas 4. Menjuara Paskibra. Menjuarai lomba sain Tingkat Provinsi Jabar SDIT. Dan berhasil di Juara 2. 

Banyak prestasi yang di dapat  dan memiliki piagam penghargaan sebangak 15, bahkan pada saat kelulusan SDIT, anaku sebagai Juara umum siswa dengan kategori unggul.

Selanjutnya, aku coba masukan anaku di sekolah SMP IT ternama di Kabupaten Bogor dari 2000 peserta dia mendapatkan peringkat ke 1 dengan nilai 90. 

Dan saat mulai pembelajarn PTS anaku masih menjadi juara bertahan dengan nilai raport rata rata 96 ke atas. 

Alhamdulillah anaku selalu jadi Inspirasi setiap langlahku, banyak hal baru yang ibu dapatkan darimu nak, tetap istiqomah di Jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan selalu jadi anak yang rendah hati dan tidak sombong. 

Sampai saat ini anaku belum pernah naik panggung dan tidak merasa dia punya prestasi walau berbagai penghargaan ia dapatkan.

Be smart Prof ciliku
I love the’oku
Tetap jadi kesayangan nya ibu dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bagikan