Isu Dituduh Taliban, Para Pegawai KPK Yang Tak lolos TWK Pun Buka Suara: Saya China, Keluarga Saya Buddhist

Terkini.id, Jakarta – Aksi perlawanan terhadap pemberhentian pegawai KPK yang tak lolo Tes Wawasan Kebangsaan terus dilakukan pegiat antikorupsi. Termasuk di antaranya Watchdoc Documentary yang merilis video wawancara dengan para pegawai KPK tersebut.

Seperti diketahui, KPK sebelumnya membuat tes wawasan kebangsaan sebagai syarat masuk ASN, membuat 75 pegawai berkompeten terancam dipecat.

Isu utama yang menjadi protes berbagai pihak karena list pertanyaan TWK tersebut terkesan mengada-ada, bahkan dikaitkan dengan sikap radikalisme.

Baca Juga: Ki Paku Buana Pamungkas Pendiri Persatuan Indonesia Nuswantara Beri Dukungan...

Karena disebut radikal dan bahkan dituduh Taliban, para pegawai KPK yang tak lolos TWK pun buka suara. Mereka berani buka suara karena menilai ada kebenaran dan kebusukan yang perlu diungkap pada publik.

Dalam trailer The Endgame yang dirilis Watchdoc Documentary di kanal YouTube, beberapa pegawai KPK tersebut menyampaikan keheranannya terkait tes TWK tersebut.

Baca Juga: Provinsi Banten, Somantri: Siap Ikut Berkiprah Di Mata Sosial Indonesia...

Untuk diketahui, Watchdoc Documentary merupakan production house film-film dokumenter yang mengungkap berbagai kisah di Tanah Air. Rumah produksi ini sebelumnya juga merilis film ‘Sexy Killers’ yang pernah ramai jadi perbincangan publik di Tanah Air.

Kali ini, Watchdoc Documentary akan merilis wawancara eksklusif dengan 15 pegawai KPK yang tak lolos TWK.

Ada yang menarik dari para pegawai KPK yang tak lolos TWK dalam dokumentasi Watchdoc Documentary tersebut. Mereka memiliki latar belakang agama yang berbeda.

Baca Juga: Koramil 0622-06/Parakansalak Cegah Covid-19 Dengan Prokes dan Vaksin

Dalam video trailer tersebut, salah satu pegawai KPK yang tak lolos TWK, Riswin mengungkapkan tidak ada Taliban di KPK. Riswin yang berdarah Tionghoa dan beragama Buddha itu mengaku bisa bekerja di KPK dengan aman selama empat tahun.

“Saya China, kelihatanlah dari muka saya, agama keluarga saya Buddhis, ya seminoritas itulah saya,” ungkapnya seperti dikutip dari kanal YouTube Watchdoc Documentary, Kamis 27 Mei 2021.

Riswin menegaskan bahwa tudingan terkait pegawai KPK yang tak lolos TWK merupakan pendukung Taliban hingga dituduh radikal merupakan kebohongan besar. Jika memang di KPK ada Taliban, menurutnya orang seperti dirinya tidak akan bisa bertahan dalam waktu cukup lama. 

“Kalau di KPK beneran ada Taliban, memang bisa orang kaya saya hidup di situ? Empat tahun lho,” katanya.

Sementara itu, penyidik KPK, Andre Dedy Nainggolan yang juga tidak lolos TWK menanggapi isu Taliban dengan candaan. Menurutnya, dirinya bukan Taliban melainkan Saliban. 

“Oh saya bukan Taliban, saya Saliban, akhirnya saya bawa bercanda saja,” ujarnya.

Hal senada dikatakan pegawai KPK lainnya, Herbert Nababan. Pemeluk agama Kristen itu mempertanyakan dasar dirinya dituduh Taliban oleh para petinggi KPK.

“Saya Kristen, apa dasarnya dibilang Taliban,” tegasnya dikutip via bizlawdotid.

Isu radikal hingga Taliban kencang menyasar para penyidik dan pegawai KPK yang dianggap tak lolos  TWK.

Namun dalam tayangan dokumenter ini mereka menyatakan dengan tegas, isu radikal dan Taliban tak lebih dari penggiringan opini oleh oknum-oknum tertentu yang ingin melemahkan para pegawai KPK yang mempunyai integritas dalam mengungkap kasus-kasus besar.

Salah satunya penyidik KPK Andre Dedy Nainggolan yang pernah menangani kasus besar bansos Riswin yang ikut dalam penanganan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Sumber: https://makassar.terkini.id/viral-pengakuan-pegawai-kpk-yang-dituduh-taliban-saya-china-keluarga-saya-buddhist/

Bagikan