Sama-Sama Membangun Bangsa Dan Negara Di Masa Pandemi Ini Buang Sifat Pembenci

Terkini.id, Sukabumi – Menanggapi akan PPKM Level 4 yang telah diperpanjang beberapa kali di Kota Bandung Ki Bambu Banten Rd. Taufik Sophiadi, SH bersama dengan Ketua Dewan Pakar Bambu Banten, Donny A. Wiguna, ST, MA memberikan tanggapannya.

“Kita jangan menjadi pembenci, walaupun kondisi sekarang menyebabkan sakit dan tidak dihargai. Semoga kebahagiaan akan kita miliki.” kata Ki Bambu Banten, Senin 09 Agustus 2021.

Sementara itu,  Ketua Dewan Pakar menegaskan, menyampaikan bahwa ini adalah perjuangan kita, menjadi manusia yang mulia, seperti yang diajarkan oleh Abah Alam.

Baca Juga: Koramil 0622-13/Jampangkulon Laksanakan Giat PPKM di Area-Area Publik di Wilayahnya

Lebih lanjut, Donny A. Wiguna menjelaskan, “kita tidak menjadi mulia karena orang lain mengatakan bahwa kita mulia. Sebaliknya, kita juga tidak kurang mulia karena orang lain mengatakan kita tidak mulia,” bebernya. 

Masih kata dirinya. Apa artinya mulia? Artinya ada di atas, diutamakan, diprioritaskan, dan dijagai. Seperti orang menyimpan logam mulia emas, karena utama, di atas nilai logam lain. Kandungannya 99,9%, tidak tercampur bahan lain. Tidak terpengaruh pencemar atau kotoran, makanya disebut logam mulia. Tapi emas kalau tercampur bahan lain menjadi emas 22 karat, lalu 20 karat, 18 karat, 16 karat, atau lebih rendah lagi.

Baca Juga: Pendiri Yayasan Alfadhiilah Ingin Lebih Maju, Cemeng: Semua Lapisan Akan...

Masih tetap emas, tapi tidak mulia lagi. Kalau bisa bicara, dapatkah emas yang sudah tercampur, lantas merasa benci dan marah karena tidak lagi disebut logam mulia? Ini emas.

“Manusia bukan emas, bukan soal kemurnian darah atau keturunan. Kemuliaan manusia, menjadi lebih utama daripada manusia lain, adalah karena perbuatannya benar, karena perkataannya benar, karena pikirannya benar. Karena benar, maka sesuai dengan alam, apa yang diperbuat sesuai dengan perkataan, dan apa yang dikatakan terjadi dalam kenyataan,” jelasnya lagi. 

Bagi dirinya. Kemurnian manusia adalah kebenarannya, sesuai dengan realita. Tapi banyak orang mencampur realita dengan khayalan, mengganti apa yang benar dengan asumsi, bayangan. Baru sebatas membayangkan, sudah merasa bangga dan sukses. Baru bicara, sudah merasa terjadi. Semakin banyak khayalan mengganti kenyataan, semakin tidak murni, dan yang tidak murni itu tidak mulia.

Baca Juga: Pendiri Yayasan Alfadhiilah Ingin Lebih Maju, Cemeng: Semua Lapisan Akan...

Lebih dalam lagi dirinya membeberkan. Tahu ada manusia dipanggil “Yang Mulia”? Misalnya Hakim di Pengadilan. Seorang Hakim harusnya benar, melihat kenyataan dari bukti-bukti dan fakta-fakta, serta mengikuti Hukum. Tapi bagaimana jika Hakim tidak melihat fakta-fakta, mengabaikan bukti-bukti, sebaliknya membuat keputusan berdasarkan perasaan dan asumsi? Maka dia pada hakekatnya tidak lagi menjadi Yang Mulia, hanya oleh protokol saja tetap dipanggil demikian.

“Lalu apa hubungan manusia mulia dengan PPKM? “Masalah terbesar PPKM bukan soal hilang pendapatan atau jatuh sakit. Ini adalah naik turunnya kehidupan, sudah berulang kali terjadi dalam sejarah, dan mungkin akan terjadi lagi nanti, siapa tahu?,” terangnya. 

Namun ketika PPKM terjadi, banyak orang tidak lagi berpikir apa yang benar. Pemimpin, seperti Walikota, tidak melakukan sesuatu. Pemuka agama tidak mengajarkan kebenaran. Banyak orang jadi halu, berharap-harap, lalu kecewa. PPKM membuat nyata bahwa manusia-manusia sudah kehilangan kemuliaan, lantas menjadi pembenci, marah, dan suka kebohongan, suka hoax. Tambah dirinya sambil sesekali menyeruput kopi. 

Diakhir pembicaraan, Ki Bambu Banten menyetujui hal ini, bahwa urusan kita menjadi orang yang benar, lantas sama-sama membangun bangsa dan negara.

Utamanya kita yang harus berusaha menjadi orang mulia, dengan diri sendiri jadi waspada, jangan tergoda khayalan, jangan gampang dirayu janji, sebaliknya kita bekerja dengan kepala, dengan hati, dan dengan tangan kita.

“Sama-sama kita membangun bangsa dan negara,” tandasnya. 

#Donny Adi wiguna ST
#ki Rd.Taufik sophiadi SH
#padepokan Bambu Banten.
#yayasan anugrah Bambu Banten.
#Mata sosial indonesia

Bagikan