Mencintai Pekerjaan dan Ikhlas Dalam Proses, Salah Satu Kunci Keberhasilan Menurut Artis Tengku Carren

Terkini.id, Jakarta – Sosok artis layar kaca ini yang cantik dan baik hati, menceritakan pengalaman suka dukanya dalam berkarir.

“Saya berjalan dari Nol jadi benar-benar bekerja keras untuk bisa bermain akting seperti di film atau sinetron dan juga model,” kata Tengku Carren saat di ngobrol santai dengan Mata Sosial di Jakarta, Rabu 31 Agustus 2022.

Bagi dirinya, bahwa fokus dan kerja keras adalah modal awal untuk berkarir dan berkarya.

Baca Juga: Artis Tengku Carren Ceritakan Tips Cantik Luar Dalam

Selain itu tentunya disiplin dan selalu berfikiran positif apa pun yang menimpa kita saat berjuang meraih mimpi kita, sambung Tengku Carren yang menamatkan S1 Psikolog.

“Fokus, Disiplin, Bekerja keras, dan berfikir positif, bagi saya itu kuncinya saat kita meraih cita-cita,” terangnya.

Beberapa sinetron dan layar lebar Tengku Carren bermain dan menyuguhkan kepiawaiannya dalam dunia akting dan model.

Berikut peran dan akting Tengku Carren dalam beberpa judul film layar kaca dan layar lebar, Suara Hati Istri, Azab, Bawang Merah Bawang Putih, Senja Di Bojong Kokosan, Rumah Tanggaku Hancur Karena Mertua, Dan ada juga yang on Progres untuk Layar Lebar sekarang.

Beberapa judul di FTV dan juga Sinetron serta Layar Lebar, tentu sudah tidak asing lagi dengan kepiawaiannya dalam seni peran atau akting dari Tengku Carren, bahkan sudah bermain hampir puluhan bahkan mungkin seratus lebih judul dalam film atau sinetron.

Ditengah padatnya jadwal Shooting, Tengku Carren selalu menyempatkan dirinya untuk olahraga agar tetap bugar dan fresh.

Merintis karir dari nol dilakukannya sejak masih kecil karena kecintaannya dalam dunia akting.

“Suka duka perjuangan sudah saya rasakan, angin, badai, ombak, gelombang, petir, sudah saya rasakan. Ini yang membuat saya terus optimis dan semangat, dan saya tak mungkin nyerah dengan gerimis dan kerikil kecil begitu saja,” ungkapnya.

Jadi ternyata sejak kecil Tengku Carren ini sudah pandai cari duit sendiri dan mandiri.

“Aku tuh dari kecil itu udah bisa ngasilin uang sendiri waktu itu dari SMP kelas 3 aku ngajarin anak SMP kelas 1 jadi guru renang, karena diminta sama gurunya aku langsung untuk mengajari anak kelas 1 SMP maka aku dapat uang jajan disitu karena banyak yang belajar renang,” kenangnya.

Selain renang, Tengku Carren juga suka jadi pembawa acara atau MC di acara Ultah teman-teman dan acara di daerahnya, dan suka Fashion sejak kecil.

“Dari kecil itu emang suka lomba-lomba fashion show, Catewalk, model, bahkan juga lomba baca al-quran dari surat-surat pendek hingga panjang,” kenangnya lagi.

Bahkan Tengku Carren juga pernah jadi guru Aerobik saat di Medan dulu dan menjadi penyiar radio.

“Aku juga pernah jadi guru aerobik waktu aku kelas 2 SMA anak-anak murid aku tuh ibu-ibu semua gitu loh, di situ aku sampai 3 tahunan aku jadi guru aerobik di situ aku juga pertama kali bisa kenal dunia entertain itu penyiar radio di salah satu radio di Medan dari kelas 2 SMA sampai 2-3 tahunan salah satunya seperti Simfoni FM dan KIS FM disitulah aku jadi penyiar radio,” bebernya.

Setelah SMA, Tengku Carren melanjutkan pendidikan disiplin Ilmu S1 Psikologi.

“Selesai SMA itu aku kuliah kan ngambil jurusan psikolog di Medan dan berlanjut di Jakarta sampai S2 tapi S2 aku itu aku cuman sampai di semester 3,” ucapnya.

Tawaran bekerja disalah satu perusahan besar nasional pun berdatangan, bahkan dirinya sempat mendapat predikat ke 7 terbaik di salah satu perusahan ternama di Indonesia ini.

Tengku Carren juga menceritakan bahwa dirinya cukup lama kerja jadi penyiar radio di Jakarta seperti livestreming salah satunya.

“Dulu zaman dulu sering itu pertama kali adalah clip on you itu kita itu siaran-siaran radio siaran radio juga tapi via PC atau Komputer dulunya nggak kayak sekarang via handphone kan dulu via pc-pc komputer gitu loh. Nah jadi orang bisa melihat aku, aku cuma bisa lihat typing -typing kaya di grup doang gitu loh. Tapi aku nggak bisa lihat orang Itulah namanya live streaming radio zaman dulu aku,” cerita Carren.

Berawal dari penyiar radio live streaming Tengku Carren barulah mulai ada banyak tawaran, namanya model yang namanya MC, syuting baik itu di layar kaca atau layar lebar.

“Aku pernah jadi pembawa berita olahraga dulu di TVRI dan TPI waktu dulu, nah sekarang aku bawa berita olahraga juga acara bola di RCTI,” jelasnya.

Tengku Carren jalani semua tahap demi tahap dan proses demi proses dalam meniti karirnya.

Dari mulai peran biasa dalam film hingga peran utama, Tengku Carren merasakan dan melewatinya.

Jiwa peduli dan penyayang Tengku Carren sudah terbentuk sejak kecil. Masih SD hingga SMP dirinya sudah menjadi tumpuan jika anak-anak seangkatannya mengerjakan PR atau kalau sekarang semacam les privat pelajaran sekolah.

“Ini cerita dulu ya, aku dulu gajarin anak-anak tetangga, mereka lagi buat PR ada 4 sampai 5 orang anak tetangga minta diajari sama aku, jadi aku ajarin ke rumah, habis gitu aku suka dikasih uang jajan sama orang tua yang anaknya belajar di tempatku, walaupun aku ga kepikiran untuk minta imbalan, aku polos aja membantu dan mang niatku membantu,” terang Carren.

Dan dirinya sangat merasa bersyukur punya orang tua memberikan kebebasan untuk berkarya, hingga aku menjadi anak yang lumayan berprestasi saat itu.

“Kembali ke uang jajan sekolah tadi, padahal aku sebenarnya untuk dikasih uang jajan Papih ku lebih dari cukup banget. Apapun yang aku minta aku dapat dari orang tua aku. Tapi aku tuh emang Tipe pekerja keras dan senang aja kalau bisa bantu orang lain.

Aku orangnya kreatif, aktif dan aku intinya aku apapun yang orang minta tolong ke aku pasti aku bantu ya contohnya PR-PR teman aku bantu gitu zaman dulu, ini cerita perjalanan hidupku ya,” ucapnya.

Tengku Carren menyadari bahwa dirinya bisa kerja dan menyelesaikan semua pekerjaan serta serba bisa atau multi talenta. Namun dirinya tidak mengerti dan tidak tahu kalau kemampuannya atau takenta itu bisa menghasilkan uang saat itu.

“Aku tuh seorang pelajar yang mengerti, mengerti bekerja tapi nggak ngerti ternyata itu menghasilkan duit itu. Aku tuh terbiasa dengan sesuatu yang aku tuh tanpa disadari bahwa talentaku bisa menghasilkan duit,” beber Carren.

Carren sangat menyadari dan merasa bahwa Tuhan telah memberikan kemampuan atau multitalenta pada dirinya.

“Sejak SMA aku sudah merasakan bagaiman menghargai sebuah perjuangan dan bagaimana agar kita tetap berkarya,” jelasnya lagi.

Tengku Carren terus belajar dan belajar, masih menurut dirinya, ia ketika masuk ke dunia model, MC, bahkan film, Carren terus banyak baca referensi tentang bidang-bidang tersebut, Searching atau Googling dan juga belajar secara mandiri dan akhirnya benar-benar faham serta mampu menguasainya.

Carren juga bercerita panjang lebar tentang sifat atau Karakter dirinya, bahwa dirinya adalah tipikal yang tidak bisa membalas ketika dihianati, disakiti, dan dikecewakan oleh siapa saja tanpa kecuali.

Carren lebih memilih untuk diam dan punya ruang sendiri saat galau. Semua berserah diri dan curhat kepada Allah aja untuk urusan galau atau saat semua terasa hampa.

Bagi Carren komunikasi dan menjaga perasaan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan ini.

“Segala sesuatu dalam kehidupan ini yang perlu dijaga adalah komunikasi dan perasaan baik sama keluarga, orang tua, pasangan kita, kawan, sahabat dan lingkungan sosial lainnya. Ingat ya Komunikasi dan perasaan itu wajib hukumnya dijaga kalau bagi saya,” Carren menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan perasaan.

Selain itu, Carren juga mengatakan bahwa dirinya selalu menjaga pikiran, artinya selalu berprasangka baik sama Tuhan dan juga diri sendiri dan orang lain sekitarnya.

“Oh ya, selain jaga Komunikasi dan perasaan ini juga penting yaitu kita harus mencintai dan ikhlas dalam setiap pekerjaan kita, agar pekerjaan kita bisa dinikmati, kuncinya jalani dengan ikhlas dalam setiap perjuangan. Kita aja mau makan butuh proses, masak dulu dan seterusnya. Ya misal ambil piring, ambil nasi, lauk pauk lalu kita makan, setelah proses itu dilewati kita akan merasakan nikmatnya makan. Jadi pada dasarnya ikhlas dan mencintai dalam setiap pekerjaan yang kita jalani. Ikhlas pada diri sendiri,” pungkasnya.

Bagikan