Anak Tukang Bubur Ini Gagal Jadi Polisi, Ini Kronologinya
Komentar

Anak Tukang Bubur Ini Gagal Jadi Polisi, Ini Kronologinya

Komentar

Terkini.id, Sukabumi – Pupus sudah harapan Wahidin (50 th) seorang tukang bubur warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, yang berharap anaknya bisa lulus jadi anggota Polosi, namun gugur dalam seleksi tahap awal.

Dalam keterangan yang diterima Satreskrim Polres Sukabumi, kejadian miris tersebut menimpa anak Wahidin gegara ditipu. Penipuan itu terjadi pada awal tahun 2021.

Saat itu, korban berniat mendaftarkan anaknya mengikuti seleksi calon anggota Bintara Polri.

Rencana itu ia sampaikan kepada oknum polisi AKP SW yang tak lain tetangga di kampungnya.

Wahidin mengungkapkan, ketika itu SW mengatakan bisa membantu mewujudkan mimpi anaknya tersebut menjadi seorang anggota polisi.

Terlebih, saat itu SW menjabat Kapolsek Mundu, Polres Cirebon Kota.

SW kemudian memperkenalkan Wahidin dengan N, seorang pensiunan ASN di Mabes Polri yang bisa membantu mewujudkan keinginanya.

“Awalnya bilang nggak pakai uang. Tapi. kemudian dia (N) minta agar saya menyiapkan uang Rp 350 juta. Akhirnya saya penuhi Rp 310 juta secara bertahap disaksikan SW,” kata Wahidin.

Namun, janji N dan SW yang bisa meloloskan anaknya menjadi anggota polisi tak terwujud. Anaknya justru gugur dalam seleksi tahap awal.

Wahidin pun meminta uang yang telah diserahkan kepada tersangka dikembalikan. Namun sampai saat ini uang tersebut tak pernah kembali.

“Saya sampai menggadaikan rumah. Rumah itu sudah dimiliki orang karena saya tak bisa mengembalikan pinjaman,” imbuhnya.

Kejadian itu juga diungkapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jabar dalam keterangan rilis yang diterima oleh Satreskrim Polres Sukabumi, Sabtu 24 Mei 2023.

Dalam keterangan tersebut, Bidpropam akan segera menggelar sidang etik terhadap AKP SW, perwira pertama (Pama) Polresta Cirebon.

AKP SW menjadi tersangka kasus dugaan penipuan terhadap Wahidin, dengan modus penerimaan calon Bintara Polri 2021.

Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Johan Priyoto mengatakan, atas perbuatan SW korban mengalami kerugian Rp 310 juta.

Sidang etik akan digelar berbarengan dengan proses pidana. Bahkan hasil sidang etik akan lebih cepat.

“Sidang dijadwalkan digelar pekan depan di Mapolda Jabar. Sidang etik, akan melibatkan sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Jabar. Sebelum sidang etik, besok akan kita gelar dulu. Sidang akan dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Jabar. Ancaman hukumannya di-PTDH (dipecat),” ujar Johan dalam keterangan yang diterima Satreskrim Polres Sukabumi, Sabtu 24 Juni 2023.