Tinggalkan Dunia Jalanan, Imam Safe’i Jadi Pengasuh Yatim Piatu dan Aktif di Sosial Kemanusiaan

Anak Jalanan
Dibesarkan di dunia jalanan sejak kecil, membuat mentalnya tangguh dan pantang menyerah dalam keadaan.

Terkini.id, Sukabumi – Imam Safe’i yang selalu aktif dan giat sosial Kemanusian dan selalu merangkul anak yatim ini, ternyata punya kisah kelam dalam hidupnya. Kerasnya dunia jalanan ia lalui dari sejak usia SD (Sekolah Dasar), pait manis dan asam garamnya ia lalui. Melalui sambungan Whatsapp dirinya menceritakan kisahnya, Sabtu 12 September 2020.

Dibesarkan di dunia jalanan sejak kecil, membuat mentalnya tangguh dan pantang menyerah dalam keadaan.

“Hidup dipembuangn sampah dan makan dari sisa orang yang dibuang, bertahun-tahun saya alami, ungkapnya, melalui sambungan Whatsapp.

Bertahun-tahun ia juga menjadi gembel di pasar induk caringin, bahkan hampir setiap hari memakan makanan sisa dari Pasar Induk Caringin Bandung, untuk bertahan hidup.

“Perjuangan hidup jaman dulu tidak seperti sekarang tentunya. sejak SD kelas 2 sampai kelas 6 berjibaku dengan mencari uang jajan sendiri mencari rongsok dipembuangn sampah disekitara Jalan Sukarno Hatta yang sekarang menjadi Rumah Makan Ampera dan Koplek Elit Mekar Wangi,” kenangnya.

Bagi dirinya Kehidupan di jalalanan memberikannya banyak pelajaran yang sangat luar biasa, yaitu persaudaraan dan solidaritas yang tinggi.

Seiring perjalanan dari waktu kewaktu, aktivitas di dunia jalanan berkurang, karena sudah mempunyai beberapa anak buah atau kelompok saat itu, untuk mecari rezeki di tempat pembuangan sampah ngupulin barang bekas atau rongsok.

Sampai SMP (Sekolah Menengah Pertama), dirinya masih bergelut di jalanan, namun intensitasnya sudah berkurang, karena memilih belajar agama dan baca-baca buku agama dan pelajaran lainnya.

Kadang ikut membantu bapaknya ngirim syaruan ke pasar Induk Caringin Bandung, sambil belajar usaha.

“lumayan medapatkan hasil 10.000 -15.000, dan uang itu saya kumpulkan, hanya demi ingin membeli buku dan memenuhi kebutuhan sekolanya sendiri.” kenangnya lagi.

Proses demi proses di lalui, selama kurang lebih tiga tahunan dirinya rutin puasa sunah Senin dan Kemis, Sampai pemilik kantin, sering menanyakan kenapa tidak pernah melihat dirinya jajan.

“Masa proses jati diri masih terkontrol, Alhamdulillah menunjukan prestasi disekolah menjadi juara umum ke 5 se SMK yang disana, ada lebih dari 5 jurusan,” terangnya.

Dirinya mulai aktif di berbagai kegiatan seperti beladiri dan pernafasan dan dunia jalanan pun pelan-pelan ditinggalkan.

Bahkan dirinya mulai terjun kepengobatan alternatif, dari mulai pengobatan medis sampai non medis di sekitar wilayahnya.

Sambil ikut kerja orang tua kepasar, dirinya tetap melayani masyarakat dengan setulus hati, dan tanpa di pungut biaya dalam pengobatannya.

Dari sejak dijalanan sudah terjuan dalam kegiatan Sosial Kemanusian, karena dirinya merasakan bagaimana ketika mengalami hal tersulit dalam kehidupan ini, yang sering ia rasakan.

“Saya sempat terpikir ingin bisa memberi makan orang lain yang kelaparan sampai ingin membantu sesama,” ucapnya.

Mulai berfikir untuk merubah jalan hidupnya, yang hanya aktif dipengobatan yang tidak pernah memungut biaya dan bahkan kalo di beripun menolak, soalnya, karena dirinya ingin membantu orang-orang yang termarginalkan secara sosial dan ekonomi.

“Jika ada yang ngasih, saya tolak, karena kebanyakan yang sakit dari kalangan tidak mampu, meskipun ada yang memaksa memberi beras sampai palawija hasil perkebunan,” bebernya.

Sempet merantau ke Palembang dan kembali dalam dunia jalanan yang penuh dengan luka liku keras dan liar.

Keputusan total pun di ambil akhirnya untuk Hijrah dan membantu orang lain dengan kampuan yang ada, harta, pikiran, bahkan keringat dan motifasi serta do’a ia lakukan untuk membantu orang lain yang tidak mampu dan termarjinalkan.

Karena beberapa kali melamar pekerjaan hasilnya Nol Besar, hingga ada niat untuk merantau lagi.

“Mungkin saat itu, belum rezekinya namun masih aktif dalam pengobatan alternatif,” terangnya.

Rencana kabur dari rumah pun, sempat terbersit, dan rencana berpetualang dikota-kota besar kaya film-filam Robin Hood, dan mengelilingi pulau-pulau di Indonesia ini, itu sempet jadi target dalam hidupnya yang akan dijalankan.

“Kalo sudah sukses berpetualang di kota-kota besar, cita-cita saya ingin menapaki seluruh pulau di Indonesia, agar banyk pengalaaman dan mnghasilkn uang, dengan tujuan agar selain mampu buat sendiri tapi bisa membantu masyrakat yang kesusahn terutama anak anak yatim,” bebernya.

Karena pertimbangan orang tua, akhirnya rencana itu di batalkan dan memutuskan untuk membantu orang tuanya, dan banyak hal yang ia lakukan untuk menemukan arti hidup sesungguhnya.

“Selama 5 tahun Berpuasa, selain bertobat juga untuk meredam naluri jalananku, dengn harapan hati bisa ikhlas menerima keadaan dan beban orangtua terkurangi dengn saya tidak makan,” kenangnya lagi.

Dirinya harus berusaha cari pekerjaan, Karena melihat adik-adik yang masih mebutuhkan biaya, akhirnya 2 hari menjelang pergi merantau melamar pekerjaan dengn surat sudah disiapkan, saat itu datang sebuah surat panggilan kerja.

“Alhmdulillah sampai sekarang dengn pekerjaan ini do’a saya diqabul,” ucapanya.

Hidup dan besar di jalanan banyak tempaan dan gojlokan kehdipuan dijalanan, dirinya lebih merasakan nikamatnya ikhlas dan bersabar serta berdoa dan berusaha dalam setiap saat.

“Kalau kata Mata Sosial, Yuk Peduli Yuk Berbagi, ya memang tinggal apalagi bagi saya sendiri sudah hampir di lalui, sekarang saya dan kawan-kawan Eks Jalanan hanya ingin bermanfaat sebaik-baiknya,” harapnya.

Merasa dirinya sudah cukup melalui romantika hidup di jalanan, sekarang, dirinya lebih tenang dengan merangkul dan bercengkerama dengan para anak yatim asuhannya.

“Alhamdulillah, cita-cita untuk membantu anak-anak yatim juga terwujud dengn modal nekad keinginan yang kuat serta doa bisa membentuk yayasan dengan dibantu teman teman dan keluarga, hampir 6 tahun ini, saya fokus bersama anak yatim, dan mudah-mudahan sampai yaumil kiyamah kami selalu bersama anak-anak yatim piatu, Aamiin,” pungkasnya.

Semoga ada hikmah dan inspirasi dibalik kisah ini semua. Aamiin.

(ARS).

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Apel Gabungan Dalam Rangka Meningkatkan Siaga Tanggap Darurat Bencana Alam

Koramil Parakansalak Terus Himbau Warga Masyarakat Untuk Gebrak Masker

Oprasi Yustisi Gabungan Koramil 2202 Palabuhanratu Sukabumi Guna Mecegah Pandemi

Koptu Slamet Riyadi Babinsa Desa Lebaksari Melaksanakan Kegiatan Monitoring Penyaluran BLT DD

Desa Karangpapak Cisolok Peduli dan Berbagi Kepada Warga Yang Terkena Musibah Kebakaran di Cengkuk

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar